Resmi Ditutup Gubernur, Pemprov Papua Barat Sepakati 446 Sub Kegiatan dalam Musrenbang Otsus dan RKPD 2027

MANOKWARI, Media Diskominfo – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan,M.Si resmi menutup pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus dan Musrenbang RKPD Provinsi Papua Barat Tahun 2027. Acara penutupan juga diwarnai penandatanganan rekomendasi oleh perwakilan kepala daerah se-Papua Barat, Jumat (08/6/2026) malam.

Gubernur Dominggus Mandacan menegaskan Musrenbang bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan forum strategis untuk menyatukan arah kebijakan pembangunan pusat dan daerah, menyelaraskan program prioritas, serta memastikan pembangunan yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Papua Barat.

Selain itu pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan membangun komitmen untuk mendorong pembangunan yang lebih inklusif, merata, dan berkeadilan, khususnya dalam meningkatkan akses pelayanan dasar, mempercepat penurunan kemiskinan, memperkuat ekonomi lokal, serta memberdayakan masyarakat adat dalam koridor Otonomi Khusus.

Gubernur juga menyebut bahwa percepatan pembangunan Papua mengacu pada Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) 2022–2041 dan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP) 2025–2029. Dengan dukungan Musrenbang Otonomi Khusus dan Sistem Informasi Percepatan Pembangunan Papua (SIPPP), diharapkan dapat terwujud Papua yang sehat, cerdas, dan produktif.

Pembangunan Papua Barat Sehat difokuskan pada pengembangan pelayanan kesehatan bergerak, pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan dasar dan rujukan sesuai standar, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta penanganan penyakit TBC, malaria, dan penyakit menular lainnya.

Sementara pembangunan Papua Barat Cerdas diarahkan pada peningkatan akses dan mutu pendidikan yang kontekstual dengan karakteristik wilayah melalui sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola asrama yang didukung pemenuhan tenaga pendidik serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

Selanjutnya untuk pembangunan Papua Barat Produktif difokuskan pada pengembangan ekonomi lokal berbasis komoditas unggulan seperti kakao dan kelapa, pengembangan kawasan pariwisata Teluk Triton, serta pengembangan kota kecil berkarakter khusus Anggi.

"Untuk mendukung agenda tersebut, pembangunan juga diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar, tata kelola pembangunan, perlindungan lingkungan hidup, konektivitas wilayah, serta penghormatan terhadap tanah adat atau ulayat, kebudayaan, dan harmoni sosial masyarakat Papua," Ujar Gubernur.

Gubernur menambahkan, dalam pelaksanaan desk Musrenbang Otonomi Khusus Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif, telah dibahas dan disepakati sebanyak 446 sub kegiatan dengan total alokasi anggaran sebesar Rp1.055.560.101.034. Kesepakatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi program prioritas pembangunan Otonomi Khusus di Provinsi Papua Barat.

Di akhir acara, atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, dirinya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Musrenbang, khususnya kepada Bappeda Provinsi selaku koordinator penyelenggara, para kepala daerah, perangkat daerah, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan masukan dan rekomendasi konstruktif demi kemajuan Papua Barat.

"Saya juga menegaskan bahwa hasil kesepakatan musrenbang ini harus menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dan pemerintah kabupaten dalam menyusun dokumen perencanaan dan penganggaran tahun 2027. Oleh karena itu, sinergi, konsistensi, dan komitmen pelaksanaan menjadi hal yang sangat penting agar tercapai secara optimal," Tandas Gubernur.

Penulis : Givenly Frans


Share :