Hadiri Perayaan HUT Jemaat GKI Efata Manggoapi, Gubernur Dominggus Mandacan : Mungkin Karena Dulu Sekolah Di Dalam Gedung Gereja Sehingga Saya Bisa Jadi Gubernur
MANOKWARI, Media Diskominfo - Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, menghadiri Perayaan HUT Jemaat Gereja Kristen Injil ( GKI ) Efata Manggoapi ke 129 Tahun, yang berlangsung pada gedung Gereja tersebut, Rabu ( 11/02/2026 ) sekitar pukul 18. 00 WIT.
Gubernur, Dominggus Mandacan, yang hadir selaku sesepuh Jemaat GKI Efata Manggoapi, memberikan pesan-pesan penting serta spirit kepada Jemaat tersebut. Sebagai salah satu Gereja tertua di Tanah Papua, jemaat GKI Efata Manggoapi juga diajak untuk mendukung program pembangunan pemerintah Provinsi Papua Barat terutama dari aspek keagamaan. Hal ini terutama mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Warga gereja dihimbau untuk menanamkan nilai-nilai religi, bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan kerukunan antar umat beragama.
"Kami orang Arfak khususnya suku Meyah, pertama kali kita terima Injil di Amban Pantai, melalui hamba Tuhan, Petrus Kafiar, mulai dari Mansinam, Kwawi sampai ke Amban Pantai. Kami orang Arfak juga memiliki doa sulung yang disampaikan oleh Hamba Tuhan, Petrus Kafiar, yaitu Sekalipun Benih Injil Yesus Kristus Tertanam Di Dalam Tanah, tapi sekali Klak Akan Tumbuh Berkecambah dan Menghasilkan Buah,"ujar Gubernur, Dominggus Mandacan.
Kepala Suku Besar Arfak ini, sekilas menceritakan kisah dirinya saat masih duduk di bangku sekolah dasar ( SD ) pada tahun 1969 hingga tahun 1971, lokasi Gedung Gereja Efata Manggoapi termasuk gedung dan fasilitas Gereja, digunakan sebagai ruang kelas untuk aktifitas belajar mengajar.
"Jadi jaman itu, kita belajar di dalam gedung Gereja dan bangku Gereja yang kita pakai untuk duduk. ketika selesai belajar mulai dari hari Senin sampai Sabtu, bangku Gereja itu kita angkat dan kita susun kembali agar bisa digunakan lagi untuk kegiatan ibadah. Mungkin Karena belajar di Gereja, jadi hari ini saya bisa jadi Gubernur dan berdiri di sini,"ungkap Dominggus Mandacan, seraya mendapat sorakan tepuk tangan dari Jemaat yang hadir.
Pendeta Daniel Kaigere, Dalam merefleksikan Firman Tuhan dari Alkitab Perjanjian Lama, Yunus pasal 3 ayat 1 hingga ayat ke 10, dengan judul "Niniwe Bertobat Dan Diampuni" mengajak jemaat untuk memiliki iman, kepercayaan dan bersandar kepada Allah, untuk memperoleh keselamatan.
Ia juga mengajak jemaat untuk mengucap syukur atas kasih dan pemeliharaan Allah sehingga usia yang ke 129 tahun.
"Hari ini adalah hari dimana kita harus mengucapkan syukur dan berbahagia karena Allah telah melawat kita melalui Injil itu melalui para orang-orang tua, leluhur kita dan kita terus diberkati hingga saat ini,"jelas Pdt. Daniel.
Hal lain yang diingatkan Pdt. Kaigere, yakni menghargai dan menjaga ciptaan Tuhan, baik lingkungan maupun segala jenis makhluk hidup dan sumber daya alam.
"Contoh yang paling kecil adalah tidak membuang sampah sembarangan, mencemari air, menggunakan air tidak sesuai kebutuhan, maupun membunuh segala jenis hewan, menebang pohon tidak sesuai kebutuhan, melainkan dengan keinginan serta tidak menjaga kelestarian alam,"ujar Pdt Daniel.
Ketua Klasis GKI Manokwari, Pendeta Melkias Warfandu, juga mengajak jemaat, untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan, kasih dan persaudaraan dalam pelayanan jemaat.
"Sebagai pimpinan Klasis GKI Manokwari, saya mengajak kita untuk bersyukur atas kasih Tuhan, bahwa Tuhan itu baik, telah memelihara jemaat Efata Manggoapi sehingga hari ini telah berusia 129 tahun,"ungkapnya.
Jemaat Efata Manggoapi merupakan salah satu jemaat kotawi Klasis Manokwari GKI Di Tanah Papua. Secara historis berdasarkan seminar sehari pada tanggal 12 oktober 2022, menyepakati tanggal 11 februari 1897, sebagai hari jadi jemaat GKI Efata Manggoapi.
Tujuan Perayaan HUT GKI Efata Manggoapi adalah sebagai wujud ungkapan syukur kepada Allah Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja. Adapun tema perayaan, yakni Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan dan Perdamaian.
Turut hadir mendampingi Gubernur, kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Lasarus Ullo, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat, Eduard Towansiba, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Papua Barat, Herman Sayori dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Papua Barat, Helen Frinda Dewi.
Selain itu, hadir mewakili BPAM Sinode GKI Di Tanah Papua, Ketua BPS wilayah VI Sinode GKI di tanah Papua, Pdt. Rumawaropen, ketua Klasis GKI Manokwari, Pdt. Melkias Warfandu, Wakil Sekertaris Klasis GKI Manokwari, Pdt. Sadrak Simbiak, PHMJ Efata Manggoapi, warga jemaat serta sesepuh jemaat dan tamu undangan lainnya.
Penulis : Simon Patiran