Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda Papua Barat Hadiri Perayaan HUT PI Ke 171 Tahun 2026
Manokwari, Media Diskominfo - Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, S.H, M.Si, dan Sekda Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP., menghadiri perayaan HUT Pekabaran Injil ( PI ) ke 171 Tahun 2026, yang berlangsung di Pulau Mansinam.
Gubernur Papua Barat, di kesempatan tersebut mengatakan, perayaan HUT bukan sekedar peringatan history melainkan momentum untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur, nilai-nilai kasih persaudaraan, keadilan dan kemanusiaan yang menjadi inti ajaran Kristiani telah membentuk karakter dan identitas masyarakat Papua.
"Sebagai Gubernur Papua Barat saya menyaksikan sendiri bagaimana Gereja dan komunitas Kristen berperan aktif dalam pembangunan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di berbagai pelosok di Papua Barat. Kontribusi ini sangat berarti bagi kemajuan daerah kita,"ungkap Gubernur Dominggus Mandacan.
Disebutkan Gubernur Dominggus Mandacan, bahwa dalam konteks Papua Barat moderen, yang dihadapi pemerintah daerah adalah tantangan pembangunan mulai dari akselerasi infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan hingga pemerataan kesejahteraan.
"Untuk menghadapi tantangan ini kita memerlukan kekuatan spiritual dan moral yang kokoh. Gereja sebagai institusi keagamaan yang telah mengakar selama 171 tahun, memiliki peran yang sangat dan strategis dalam membimbing umat menuju masa depan yang lebih baik,"ujar Gubernur Dominggus Mandacan.
Lanjut masih menurut Dominggus Mandacan, bahwa toleransi dan kerukunan antar umat beragama adalah kekuatan yang perlu kita jaga.
"Oleh sebab itu mari kita jaga dan pelihara haromoni ini dengan terus memupuk dialog , saling menghargai dan menghormati dan bekerjasama dalam membangun Tanah Papua.
Puncak perayaan HUT PI ini dilangsungkan dengan ibadah syukur yang dirangkai dengan puji-pujain, Perenungan Firman Tuhan dari Alkitab Penjanjian Lama, Yunus pasal 3 ayat 1-10 dengan judul Niniwe Bertobat dan mendapat pengampunan.
Jumlah jemaat yang hadir dipresentasikan lebih dari 5 ribu jiwa, yang berasal dari perwakilan Klasis dari berbagai daerah di Tanah Papua dan berbagai denominasi Gereja.
Selain itu, turut hadir Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dan perwakilan Badan Pengurus Am Sinode GKI di Tanah Papua, Ketua Klasis Manokwari, Forkopimda Papua Barat para pejabat utama di lingkup Pemprov Papua Barat.
Ketua Sinode, Pendeta Andrikus Mofu, M.Th, melalui Ketua BPS wilayah 6 GKI di tanah Papua, Pdt Rumwaropen,
juga mengingatkan tentang Gereja harus pertobatan ekologis untuk menolak segala bentuk eksploitasi pengrusakan alam dan tidak membuang sampah sembarangan. Sebab Tanah Papua di panggil untuk menjawab kemeresotan dunia yang saat ini sedang berlangsung.
"Pertobatan adalah mengubah cara hidup, cara berpikir dan mengubah perilaku buruk kita terhadap sesama manusia. Setiap orang di Tanah Papua ini harus menunjukan pelayanan Kristus. Berdiri bersama yang tersingkir dan yang terluka. Gereja harus membangun budaya damai dan hidup bersama dalam keberagaman,''Ujarnya.
Penulis : Simon Patiran