Gubernur Papua Barat Berharap Forum Simposium Internasional Flora Malesiana Hasilkan Solusi Pemanfaatan SDA Berkelanjutan
MANOKWARI, Media Diskominfo - Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan M.Si, berharap Forum Simposium Internasional Flora Malesiana ke- 12 dan Konfenrensi Solusi Iklim Berbasis Alam yang berlangsung di Papua Barat dapat menghasilkan solusi nyata pemnafaatan summber daya alam secara berkelanjutan, guna menghadapi perubahan iklim, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat Orang Asli Papua.
Masih menurut Gubernur Dominggus Mandacan, Tanah Papua sebagai pulau terkaya flora di dunia, menjadi aset yang penting bagi Indonesia dan dunia internasional.
‘’Oleh karenanya saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan kekayaan pulau Papua sebagai salah satu wilayah dengan endemik tertinggi di dunia, sekaligus meperkuat komitmen Flora dan Fauna,’’ungkapnya.
Lanjut Gubernur, meskipun Papua Barat memiliki lebih dari 70 persen hutan alam, namun hutan-hutan tersebut tumbuh di atas lapisan tanah yang relatif tipis. Papua Barat yang sebelumnya sebagai provinsi konservasi, kini menjadi Provinsi berkelanjutan dan memiliki 60 persen wilayah berupa pegunungan dan perbukitan.
‘’Oleh sebab itu mari saya mengajak kita semua untuk sama-sama bertanggung jawab dalam mengelola hutan kita secara bijak. Sebab jika hutan ini ditebang, pemulihannya akan membutuhkan waktu yang sangat lama, dan dapat memicu bencana alam, seperti longsor, pencemaran sungai, yang sudah tentu akan mengancam kehidupan masyarakat,’’ujar Gubernur Dominggus Mandacan.
Ketua Panitia, Prof. Dr. Charlie Dany Heatubun, kesempatan itu juga mengatakan, Forum ini merupakan iven yang hasilnya akan diambil secara strategis guna menjembatani hasil-hasil riset dunia dan dimplementasikan dalam kebijakan pembangunan terutama untuk meningkatkan krisis iklim yang dihadapi.
‘’Forum Simposium Internasional Flora Malesiana ke- 12 dan Konfenrensi Solusi Iklim Berbasis Alam, adalah forum lima tahunan dan untuk pertama kalinya diselenggarakan di Tanah Papua yang juga merupakan wilayah atau pulau terkaya, memiliki keanekaragaman tumbuhan paling tinggi di dunia,’’Jelasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Menteri Kebudayaan RI Bidang Hubungan Antar Lembaga Prof. Ismunandar, Forkopimda Papua Barat, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof. Dr. Jatna Supriatna dan Ketua Dewan Penyantun Flora Malesiana Fondation, Dr. Timothy Utteridge. Hadir Pula peneliti senior University Of Singapore, Dr. Reene Lorica, Pimpinan Perguruan Tinggi, berbagai Narasumber dari berbagai Institusi dalam negeri dan mitra pembangunan Papua Barat.
Penulis : Simon Patiran.