Gubernur Himbau Masyarakat Papua Barat Bangun Kesadaran, Hindari Kecurangan dan Belanja BBM Sesuai Kebutuhan
MANOKWARI, Media Diskominfo - Pemerintah Pusat melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan dan stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional tetap terjaga.
Merujuk keterangan per 31 Maret 2026, pemerintah menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan hingga setelah Hari Raya Idul Fitri. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap daya beli masyarakat di tengah situasi geopolitik global.
Selain itu, stok BBM nasional dalam kondisi aman dan berada di atas standar minimum, dengan cadangan yang diperkirakan cukup untuk sekitar 20 hari ke depan. Pemerintah juga terus memantau dinamika global, termasuk lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di kawasan Selat Hormuz, namun belum mengambil langkah penyesuaian harga BBM.
Untuk BBM non-subsidi, penyesuaian harga tetap mengikuti mekanisme pasar sesuai ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, pembelian BBM subsidi tetap dibatasi maksimal 50 liter per hari menggunakan sistem barcode, sembari terus dilakukan evaluasi kebijakan ke depan.
Rabu (01/4/2026), Menindaklanjuti informasi tersebut, Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak panik terkait ketersediaan BBM. Gubernur menegaskan bahwa informasi dari Menteri ESDM dan kementerian terkait telah disampaikan dengan jelas kepada pemerintah daerah maupun masyarakat.
"Saya informasikan kepada kita semua dan kepada seluruh masyarakat di Papua Barat jangan takut. Kita belanja BBM sesuai kebutuhan, jangan merasa seperti ada kepanikan dan beli dalam jumlah besar, itu tidak boleh. Normal saja kita gunakan, karena sudah disampaikan stok kita cukup," Tegas Gubernur.
Penulis : Givenly Frans