Papua Barat Masuk 10 Besar Pertumbuhan Ekonomi Positif Kuartal Pertama 2021

JAKARTA- Pandemi Covid-19 sejak 2020 telah mempengaruhi peningkatan Ekonomi Nasional Negara Indonesia. Presiden Joko Widodo telah memaparkan perkembangan kepada seluruh Kepala Daerah dalam video conference, Senin (17/5/2021).

“Saya akan tambah sedikit tentang ekonomi, kita tau kuartal pertama tahun 2020 kita masih tumbuh positif 2,97 persen, kuartal kedua awal kita ketemu April-Juni turun menjadi minus 5,32, masuk ke kuartal ketiga 2020 lebih baik minus 3,49 dan kuartal keempat kita masih minus 2,19,” Urai Presiden yang juga disaksikan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan.

Selain itu pada kuartal pertama sejak Januari-Maret terdapat perbaikan, namun masih berstatus minus. Presiden kemudian menargetkan pada kuartal kedua sekira mencapai diatas 7 persen, sejak sebelum masih 0,74 persen di kuartal pertama.

“Masuk ke 2021, kuartal pertama Januari-Maret sudah ada perbaikan tetapi kita masih ada di angka minus 0,74, masih minus hati-hati kuartal pertama. Target kita kuartal kedua kurang lebih harus diatas 7 persen, bayangkan dari minus 0,74 saya minta diatas 7 persen. Tergantung kerja keras kita bersama,” Tambahnya.

Seluruh Gubernur, Bupati/Walikota memiliki tanggungjawab yang sama dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Suatu kebanggaan yang patut ditingkatkan melalui kerjasama seluruh Bupati/Walikota di Papua Barat, pasalnya Provinsi Papua Barat masuk dalam 10 Daerah yang memiliki pertumbuhan positif sebesar 1,47 persen.

“Provinsi Riau positif 0,41, Papua positif 14,28, Sulsel 6,26 persen, Jogja 6,14 persen, Sulut 1,87 persen, Sultra 0,06 persen, NTT 0,12 persen, Papua Barat 1,47 persen, Bangka Belitung 0,97 persen, Maluku Utara 13,45. 10 provinsi yang positif, artinya 24 masih negatif. Kita bekerja keras, optimis agar di kuartal kedua target kita kurang lebih diatas 7 persen bisa kita peroleh,” Tutup Presiden Jokowi. [kpb_01]

Leave a Comment